Akhirnya Cemburu itu hadir di waktu yang tepat, Ketika rasa mulai mencoba mengikhlaskan, cemburu datang seakan mencoba menguatkan hati untuk mengikhlaskan semua angan dan harapan.
Sebenarnya kita tidak ada hubungan yang spesial, sekedar Mengenal bertemu dalam satu waktu, dalam satu wadah pendidikan, Aku sebagai pendidik dan dia sebagai pelajar.
Cemburu itu datang , Aku tidak tahu pastinya bagaimana bisa aku cemburu , bagaimana bisa Rasa itu tumbuh dan bagaimana bisa hadir sebuah Rindu, sedang kita hanya bercanda dalam sebuah pesan singkat tanpa sekalipun bertemu, usai kelulusan Pendidikannya itu.
Cemburu itu datang, Tanpa adanya status pacaran, tanpa saling ungkapkan perasaan, hanya perkiraan-perkiraan yang masih kosong dalam fikiran, Cemburu itu bisa datang.
Perasaan nyaman, ketika Canda menjadi candu dalam bingkaian pesan singkat, perasaan ingin mendekat, saat canda menjadi candu terasa begitu hangat, perasaan ingin memiliki ketika Canda menjadi candu , saat rayuan-rayuan tersampaikan dalam wujud tulisan singkat.
Terjadi begitu sederhana, begitu indah, ketika saling sapa, saling mengenal, saling tertawa, saling khawatir akan keadaan, begitu indah dan setelah itu menjadi candu.
Saat itu aku pastikan aku mencintai nya, tanpa sedikitpun ingin mengetahui apakah dia memiliki rasa seperti yang aku rasa. Bagiku kita tak pernah bertemu, mengenalpun hanya sedikit, mana bisa aku berharap lebih agar dia juga merasa kan seperti halnya yang aku rasakan.
Status dari dirinya adalah No. 1 yang paling aku tunggu dalam setiap harinya, hanya agar tahu bagaimana keadaan nya, bahagia kah? Sedihlah? Atau apalah...aku ingi tahu tentang nya.
Cemburu itu kini hadir dalam saat yang tepat, ketika aku merasa tak ada gunanya mencintainya, sebab dia sudah asyik Adan nyaman dengan orang" idamannya,
Cemburu itu kembali datang di saat-saat yang tepat, ketika aku tahu aku bukanlah Kriteria lelaki idamannya, entah mungkin fisikku, umurku atau apalah, setidaknya aku sadar betul akan hal itu.
Aku mencintainya, hadirnya pernah mengobati luka lamaku, hingga dengan sangat cepat menghapus ingatan 7 tahun berlalu.
Semakin aku mencintainya, semakin aku ingin memiliki nya, semakin berdosa pula jika aku memaksakan Ego ku untuk mengejar dia, yang saya tahu hal itu tidak Di inginkannyaa.
Rifqi Rosyadi
Mata_Air_Syurga.